Selasa, 01 April 2008

Mengenal Aglaonema

Aglaonema atau Sri Rejeki adalah Ratu Tanaman Hias, karena penampilannya yang mempesona dan juga tanaman hias pembawa keberuntungan.
Aglaonema termasuk tanaman hias yang mempunyai daya tarik utama terletak pada keindahan daun-daunnya.
A. Klasifikasi Tanaman Aglaonema
Aglaonema masuk kedalam famili Araceae yang berkerabat dekat dengan Alocasia, Anthurium, Caladium, dan Dieffenbachia.
B. Morfologi Tanaman Aglaonema
a. Akar
Tanaman Aglaonema adalah tanaman monokotil atau berbiji tunggal, memiliki akar serabut yang berfungsi sebagai pencari pakan di dalam tanah dan menopang tanaman.
Akar aglaonema berwarna putih dan gemuk (berair) jika tanaman dalam kondisi sehat. Jika dalam keadaan sakit, akar tanaman akan berwarna cokelat dan kurus.
b. Batang
Aglaonema memiliki batang yang relatif pendek yang berwarna putih, hijau, atau merah. Batangnya berbuku-buku, cenderung berair dan tidak berkayu.
c. Daun
Bentuk daunnya agak bervariatif, dari oval, oval tak beraturan, ovel dengan ujung lancip, sampai lanset. Daunnya yang tipis, tetapi memiliki tekstur yang kaku.
Umumnya daun aglaonema berwarna hijau bercorak atau bertotol-totol dengan berbagai gradasinya. Dan hanya satu aglaonema dengan daun berwarna merah atau dikenal dengan red aglaonema, yaitu Aglaonema rotundum asli sumatera.
Aglaonema rotundum inilah yang sering dijadikan induk untuk menghasilkan turunan atau hibrida berwarna merah yang sekarang lagi nge-trend.
Tangkainya yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan luas permukaan daun dan berpelepah yang saling bertaut menutup batang tanaman, yang menyebabkan orang sering mengira kalau aglaonema tidak memiliki batang.
d. Bunga
Bunga aglaonema kurang menarik dibandingkan dengan bunga-bunga tanaman lain yang berfungsi menarik serangga datang membantu penyerbukan.
Serbuk sari atau bunga jantan terletak di bagian atas, sedangkan putik atau bunga betina terletak di bagian bawah dekat pangkal.
Bunga aglaonema terbungkus seludang berwarna hijau pucat. Bunga belum matang, seludang dalam keadaan tertutup dan baru membuka ketika bunga betina telah matang. Sekitar 2 hari setelah bunga betina matang, bunga jantan juga menyusul matang.
Karena matangnya tidak bersamaan, maka penyerbukan aglaonema merupakan penyerbukan silang. Maksudnya di sini adalah bunga betina dari satu tanaman diserbuki oleh bunga jantan dari tanaman lain. Dan jika penyerbukan berhasil dalam beberapa hari kemudian, bunga akan mengering dan diikuti membesarnya bakal buah.
Pada fase munculnya bunga, kebutuhan hara untuk pembentukan bunga sangat besar. Karenanya, saat bunga muncul, daun-daun aglaonema akan mengecil akibat kekurangan hara. Dan biasanya agar aglaonema tetap indah, biasanya bunga tersebut dipotong.
e. Buah
Setelah penyerbukan berhasil, bakal buah akan menjadi buah-buah berbentuk lonjong seperti buah melinjo. Mula-mula buah berwarna hijau, pada perkembangannya akan berubah menjadi putih, kuning dan setelah matang berwarna merah.
Memerlukan sekitar 4 bulan dari terbentuknya buah sampai matang. Setalah matang dan berwarna merah, daging buah mudah dikupas dan bisa diperoleh biji berwarna cokelat dan siap disemaikan menjadi tanaman baru.
C. Jenis Aglaonema
Aglaonema terdiri dari 3 kelompok besar yaitu
1. Aglaonema Spesies Alam
Aglaonema spesies alam adalah murni sentuhan alam, terdiri dari 25 jenis yang sebagian besar berwarna hijau dan hanya sebagian yang bercorak, serta hanya satu jenis yang berwarna merah.
Aglaonema yang berwarna merah inilah yang melahirkan tanaman hias yang merajai dipasaran saat ini, seperti Aglaonema rotundum, Aglaonema commutatum, Agalonema costatum, Aglaonema crispum, Aglaonema pictum dan Aglaonema siamense.
2. Aglaonema Spesies Hibrida
Aglaonema spesies hibrida tercipta lewat kreasi tangan manusia. Melalui penyilangan, lahirlah aglaonema-aglaonema hibrida yang penampilannya sangat menakjubkan.
Aglaonema spesies hibrida sendiri dibagi menjadi 2 kelompok yaitu
* Aglaonema hibrida paten, adalah aglaonema yang telah didaftarkan ke lembaga pendaftar paten tanaman hias di Amerika, seperti peacock dan marry ann.
* Aglaonema nonpaten, tidak didaftarkan di lembaga pendaftar paten.
3. Aglaonema Mutasi
Aglaonema ini mengalami mutasi atau perubahan sifat dan penampilan jauh dari induknya. Aglaonema mutasi yang sering dijumpai adalah aglaonema variegata, yaitu daunnya memiliki corak putih tidak merata.

Senin, 31 Maret 2008

Penggantian Pot Tanaman Hias

REPOTTING

Repotting adalah penggantian pot yang lebih besar karena pot lama sudah tidak memadai lagi dan juga sekaligus mengganti media yang tidak mampu mengikat aiar dan zat haranya pun telah habis. Pot yang tidak segera di ganti akan mengganggu pertumbuhan dan kesehatan tanaman sehingga mengurangi daya tarik tanaman.


Tanda-tanda Tanaman Yang Perlu Dilakukan Repotting
a. Batang dan daun tumbuh lambat meskipun pupuk yang diberikan cukup
b. Media cepat kering sehingga hanrus sering di siram
c. Pertumbuhan akar sudah melampaui lubang di bagian bawah pot

Saat Repotting Yang Paling Tepat
Repotting tanaman yang paling tepat adalah pada musim penghujan, karena pada musim ini akar-akar baru akan segera tumbuh atau tanaman mengalami pertumbuhan yang aktif.

Teknik Penggantian Pot
Repotting yang benar sebagai berikut :

a. Media di dalam pot dibasahi terlebih dahulu, kemudian diletakkan pada posisi horizontal. Pada posisi pot horizontal, batang tanaman kita pegang dan tangan yang lain menahan bibir pot. Selanjutnya pot kita putar pelan-pelan sehingga akar yang telah membentuk bola bersama media dan mengeras terlepas.

b. Media yang sudah lepas dari pot disisir dengan garpu. Upayakan agar dalam proses penyisiran media tidak pecah.

c. Pot baru sebagai pengganti pot yang lama diupayakan 5 cm lebih besar dan lebih dalam daripada pot yang lama. Selanjutnya, alas pot baru dilapisi pecahan batu atau genteng atau kerikil. Kemudian pot diisi media tanam dari tanah yang dicampur pupuk kandang yang sudah jadi.

d. Tanaman bersama media yang berbentuk seperti bola itu dimasukkan ke dalam pot baru dan ditutup lagi dengan media campuran, kemudian langsung dipadatkan dengan menggunakan solet bambu, agar tidak terbentuk kantong udara.

e. Akhirnya, permukaan media tanaman dibuat rata dan di siram air secukupnya.

Macam-macam Gangguan Dalam Menanam Tanaman Hias

Gangguan Dalam Menanam Tanaman Hias Daun

I. Kesalahan Dalam Budi Daya
Ada 19 macam penyebab kesalahan dalam budi daya, antara lain ;

1. Mati Mendadak
* Kekurangan air yang dapat menyebabkan tanaman layu dan jika dibiarkan akan menyebabkan tanaman mati.
* Kelebihan air akan membuat akar sulit bernafas dan akhirnya mati, dikarenakan tajuk tanaman tidak menerima serapan air ataupun makanan sehingga layu dan mati.
* Matahari terik yang dapat membuat tanaman layu karena tidak kuat akan sinar matahari atau terbakar.
* Udara panas dapat menyebabkan tanaman yang biasa tumbuh atau ditanam di tempat dingin akan tidak tahan bila tiba-tiba dipindahkan di tempat panas.
* Kedinginan, kebalikan dari udara panas, tanaman yang biasa terdapat arau ditanam di daerah dingin akan mati mendadak bila dipindahkan di tempat dingin atau dataran tinggi.
* Kurang cahaya memang tidak menyebabkan tanaman tersebut langsung mati, tetapi warna tanaman menjadi memucat dan pertumbuhan melemah.
2. Daun paling atas menguning seluruhnya tetapi tetap segar
Hal ini disebabkan oleh unsur kalsium dalam media tanam yang mengandung lempung atau disebabkan oleh kebanyakan air.


3. Daun pucat dan tidak segar
Bisa diakibatkan terlalu banyak cahaya, tetapi bisa juga akibat serangan hama tungau.

4. Bercak dan hawar pada daun
* Apabila bercak dan hawarnya berwarna cokelat dan kering, kemungkinan disebabkan oleh kekurangan air.
* Apabila disekelilingnya lunak dan berwarna cokelat gelap, kemungkinan bersar disebabkan terlalu banyak air.
* Apabila bercak atau hawar kekuning-kuningan atau putih, bisa ditimbulkan oleh sinar matahari terik atau akibat gejala serangan hama dan penyakit.
* Apabila bercak lembap seperti melepuh atau kering dan cekung, penyebabnya adalah penyakit. Serangan hama juga dapat menyebabkan noda atau bintik pada permukaan daun.


5. Ujung atau tepi daun berwarna cokelat
* Apabila ujung cokelat tetapi tepinya tetap hijau, penyebabnya adalah udara kering ataupun luka-luka akibat orang menyentuh atau menyenggol ujung daun dengan kasar.
* Apabila tepi daun berwarna cokelat atau kuning dapat disebabkan karena kebanyakan air, kurang air, terlalu banyak sinar matahari, kedinginan, kepanasan, kelebihan pupuk atau udara kering.

6. Daun keriting dan gugur
Keriting disertai gugurnya daun disebabkan oleh kedinginan ataupun kebanyakan air.

7. Daun layu
Disebabkan oleh kekeringan atau bisa juga karena terendam air, cahaya matahari yang terik, udara kering, kepanasan ataupun serangan hama.


8. Daun gugur tiba-tiba
Apabila daun gugur tanpa didahului oleh layu atau perubahan warna maka kemungkinan disebabkan tanaman mengalami shock, yang disebabkan karena perubahan suhu secara tiba-tiba, bisa juga karena kekeringan akar yang melewati ambang batas.


9. Daun gugur pada tanaman baru
Hal tersebut di atas biasa terjadi pada tanaman yang baru dipindahkan. Untuk itu alangkah baiknya jika memindahkan tanaman dengan kendaraan maka selama dalam perjalanan hendaknya tanaman dilindungi.


10. Daun menguning dan gugur
Normal terjadi pada daun terbawah tanaman karena sudah tua lalu gugur. Jika warna kuning terjadi pada beberapa daun secara bersamaan dan kemudian gugur kemungkinan disebabkan oleh kebanyakan air.


11. Daun terbawah kering dan gugur
Hal tersebut di atas terjadi karena tanaman kekurangan cahaya, kepanasan, atau kekurangan air.


12. Tanaman tumbuh sangat lambat atau tidak sama sekali
Penyebabnya karena kekurangan makanan, kebanyakan air, atau karena kekurangan cahaya. Jika penyebab di atas tidak ada pada tanaman tersebut berarti lokasi tumbuhnya tidak cocok sehingga tanaman harus dipindahkan.


13. Daun kecil, pucat dan tumbuh memanjang
Hal ini bisa terjadi bila tanaman kekurangan cahaya dan ditanam pada tempat yang terlalu lembap dan hangat.


14. Kuncup bungan berguguran
Gugurnya daun bisa diikuti oleh gugurnya kuncup bunga. Hal ini dikarenakan udara kering, kurang air, kurang cahaya, tanaman dipindahkan atau akibat serangan hama.


15. Tidak ada bunga
Hal ini bisa terjadi karena cahaya yang terlalu sedikit, kebanyakan pupuk, udara kering, serangan hama thrips atau tanaman perlu diganti potnya.


16. Warna daun variegata menjadi hijau
Disebabkan tanaman kekurangan cahaya.


17. Bunga layu dengan cepat
Penyebabnya adalah kekurangan cahaya, udara kering, atau karena kepanasan.


18. Daun membusuk diikuti batangnya
Disebabkan oleh serangan penyakit atau kondisi lingkungan seperti kebanyakan air atau karena pada malam hari masih ada air di permukaan daun sehingga penyakit berkembang dan tanaman menjadi busuk.


19. Daun berlubang atau sobek-sobek
Penyebabnya adalah karena ulah hewan atau manusia atau juga serangan hama.

Jumat, 28 Maret 2008

Bromelia

Bromelia berasal dari nama ahli Swedia, Olaf Bromelius.
Di bawah ini taksonomi, morfologi, sifat dan syarat tumbuh bromelia.
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Bromeliaceae
Genus : Terdiri atas 56 genus, diantaranya Vriesea, Tillandsia, Aechmea, Bromelia, dan Ananas
Species : Terdiri atas 1800 spesies, diantaranya Bromelia alsodes, Bromelia alta, Bromelia karatas, Bromelia palmeri dan Bromelia horstii
Tanaman Bromelia terdiri dari :
1. Akar
Akar bromelia adalah akar serabut, yang berfungsi untuk menopang tanaman, menyerap unsur hara, terutama pada bromelia yang hidup di tanah. Sedangkan bromelia yang bersfat epifit, akarnya berfungsi untuk menempel atau meletakkan diri pada tanaman inang atau kayu. Bromelia epifit yang merupakan kelompok terbesar bromelia seperti genus bromelia dan Tillandsia, daunnya dapat menyerap makanan dari air dan udara.
2. Batang
Bromelia memiliki batang yang berukuran pendek yang lunak dan tidak berkayu.
3. Daun
Daun merupakan daya tarik dari bromelia. Bentuknya langsing memanjang dan susunannya roset, kecuali daun pada genus Tillandsia yang berbentuk seperti rambut.
Permukaan daun bromelia halus mengkilap dengan berbagai motif seperti belang-belang, zig-zag atau bintik-bintik halus.
Daun bromelia tumbuh meroset membentuk semacam corong di ketiak atau pangkalnya yang dapat menampung air hujan atau air siraman.
Daun bromelia berfungsi sebagai penyerap zat makanan untuk pertumbuhan tanaman. Air siraman atau air hujan yang mengandung unsur hara dan tertampung di ketiak daun akan diserap secara osmosis oleh bromelia
4. Bunga
Bunga dari tanaman keluarga bromelia memiliki struktur bunga yang unik, yaitu bertangkai tunggal dan muncul di tengah-tengah kumpulan daun yang roset.
Bromelia adalah tanaman berumah satu, artinya dalam satu tanaman terdapat bunga jantan dan bunga betina sehingga perkawinan dapat terjadi dalam satu tanaman. Pernyerbukan yang berhasil akan menghasilkan buah yang didalamnya terdapat biji untuk perbanyak secara generatif.
Sifat Dan Syarat Tumbuh
Tanaman bromelia tidak tahan terhadap panas matahari langsung sepanjang hari, kecuali genus Ananas. Cahaya matahari langsung mengenai tanaman tanpa panghalang sama sekali membuat warna daun bromelia pudar, daun menggulung, bahkan terbakar.
Tanaman hias menyukai tempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung, seperti tempat yang ternaungi dengan intensitas cahaya matahari sekitar 60%. Jika intensitas cahaya matahari kurang dari 60% dapat membuat daun bromelia menjadi kusam dan warnanya menjadi kurang cerah.
Jenis-jenis Bromelia
a. Ananas
Ananas merupakan genus yang terkenal di Indonesia, salah satu spesiesnya Ananas comosus merupakan penghasil buah nanas. Cirinya, buah yang dihasilkan berbentuk gada dengan ukuran besar dan bagian ujung buah bersisik. Di bagian mahkota bunga terdapat tunas atau anakan yang bisa dipisahkan menjadi tanaman baru.

Kamis, 27 Maret 2008

Tips Membeli Tanaman Hias Daun

Beberapa tips membeli tanaman hias daun, antara lain ;
1. Teliti Penampilannya
Penampilan merupakan faktor utama dalam menentukan pilihan membeli tanaman hias, apalagi tanaman hias yang dinikmati keindahan daunnya.
Pengertian penampilan disini adalah bagaimana keseimbangan pertumbuhan, warna, bentuk dan lain-lain.
Waktu yang tepat untuk membeli tanaman hias daun adalah lewat tengah hari dan menjelang sore, karena dapat mengetahui penampilan asli tanaman tersebut dan dalam perjalanan pulang tanaman tidak terkena sinar matahari panas.
Perhatikan pula medianya apakah masih baru atau lama. Jangan lupa minta kepada pedangang untuk melepaskan tanaman dari pembungkusnya untuk memastikan tanaman tersebut mempunyai akar atau tidak, dan bukanya tanaman yang baru dipindahkan.
2. Teliti Kesehatannya
Jangan sekali-kali membeli tanaman yang sakit atau ccat karena terserang penyakit.
3. Musin Hujan Harganya Lebih Murah
Harga dari tanaman hias aun tergantung dari banyak hal, diantaranya faktor kelangkaan. Semakin langka atau semakin sedikit yang memiliki, harga tanaman akan semakin mahal.
Faktor lainnya, kemudahan budi daya , semakin mudah dibudidayakan atau diperbanyak, harga tanaman semakin murah.
Saat musim kemarau harga tanaman umumnya mahal, sedangkan pada musim penghujan harganya lebih murah.
4. Cara Membawa
Ada beberapa cara membawa tanaman. Setiap cara tergantung dari pada ukuran, jumlah dan sifat tanaman.
Tanaman hias daun yang dibeli berukuran kecil, jumlahnya sedikit dan tanaman cukup lentur untuk ditekuk-tekuk, cara terbaik untuk membawanya adalah dengan melipat atau mengarahkan semua daunnya ke atas dan dapat dibungkus dengan kertas koran atau kertas semen, supaya daun tidak rusak akibat
Kalau tanaman mudah patah, sebelum dibawa, tanaman dilayukan dengan cara mengurangi penyiraman sebelum dikirim. Selanjutnya tanaman tersebut ditata dengan rapih di bak kendaraan. Pengiriman hendaknya menggunakan kendaraan yang tertutup agar terhindar dari terpaan angin dan cuaca yang berubah-ubah.
Penyemprotan dapat dilakukan setelah tiba ditujuan supaya tanaman segar kembali. Jangan letakkan tanaman yang baru datang di tempat yang terkena matahari langsung.