Tampilkan postingan dengan label Drs. AS. Sudarmono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drs. AS. Sudarmono. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Maret 2008

Penggantian Pot Tanaman Hias

REPOTTING

Repotting adalah penggantian pot yang lebih besar karena pot lama sudah tidak memadai lagi dan juga sekaligus mengganti media yang tidak mampu mengikat aiar dan zat haranya pun telah habis. Pot yang tidak segera di ganti akan mengganggu pertumbuhan dan kesehatan tanaman sehingga mengurangi daya tarik tanaman.


Tanda-tanda Tanaman Yang Perlu Dilakukan Repotting
a. Batang dan daun tumbuh lambat meskipun pupuk yang diberikan cukup
b. Media cepat kering sehingga hanrus sering di siram
c. Pertumbuhan akar sudah melampaui lubang di bagian bawah pot

Saat Repotting Yang Paling Tepat
Repotting tanaman yang paling tepat adalah pada musim penghujan, karena pada musim ini akar-akar baru akan segera tumbuh atau tanaman mengalami pertumbuhan yang aktif.

Teknik Penggantian Pot
Repotting yang benar sebagai berikut :

a. Media di dalam pot dibasahi terlebih dahulu, kemudian diletakkan pada posisi horizontal. Pada posisi pot horizontal, batang tanaman kita pegang dan tangan yang lain menahan bibir pot. Selanjutnya pot kita putar pelan-pelan sehingga akar yang telah membentuk bola bersama media dan mengeras terlepas.

b. Media yang sudah lepas dari pot disisir dengan garpu. Upayakan agar dalam proses penyisiran media tidak pecah.

c. Pot baru sebagai pengganti pot yang lama diupayakan 5 cm lebih besar dan lebih dalam daripada pot yang lama. Selanjutnya, alas pot baru dilapisi pecahan batu atau genteng atau kerikil. Kemudian pot diisi media tanam dari tanah yang dicampur pupuk kandang yang sudah jadi.

d. Tanaman bersama media yang berbentuk seperti bola itu dimasukkan ke dalam pot baru dan ditutup lagi dengan media campuran, kemudian langsung dipadatkan dengan menggunakan solet bambu, agar tidak terbentuk kantong udara.

e. Akhirnya, permukaan media tanaman dibuat rata dan di siram air secukupnya.